WAN
1. WAN ( WIDE AREA NETWORK )
PENGERTIAN
Wide Area Network atau yang
disingkat WAN adalah jenis jaringan komputer area luas/besar yang digunakan
sebagai jaringan yang menghubungkan antar jaringan
lokal (LAN). WAN untuk mentransmisikan data yang bersifat umum/ public,
tidak bersifat institiusi/ pribadi. Salah satu contoh jaringan WAN yaitu jaringan
komputer antar wilayah, jaringan komputer antar kota atau bahkan jaringan
komputer antar Negara. Wide Area Network juga dapat didefinisikan sebagai
jaringan komputer yang memerlukan router serta saluran komunikasi public.
Dengan adanya WAN maka pengguna atau komputer di lokasi yang satu bisa
berkomunikasi dengan pengguna dan komputer yang berada di lokasi yang lain. Pada
WAN Tidak ada batasan karakteristik user tertentu. tetapi untuk keamanan dan
efektivitas pengelolaan dan pelayanan ke user beberapa penyedia informasi/
layanan di jaringan global ini membutuhkan identitas pengguna.
WAN tidak dimiliki oleh suatu institusi. Berbagai institusi dapat mengelola data dan transmisinya secara independen sesuai konten yang dikelolanya. Oleh karena itu WAN juga tidak dikelola oleh satu sistem Admin Jaringan. Tetapi untuk ketertiban, ada organisasi publik/ asosiasi yang mengaturnya bagi kepentingan bersama seperti InterNIC, IEEE, APJII, dan lain-lain.
WAN tidak dimiliki oleh suatu institusi. Berbagai institusi dapat mengelola data dan transmisinya secara independen sesuai konten yang dikelolanya. Oleh karena itu WAN juga tidak dikelola oleh satu sistem Admin Jaringan. Tetapi untuk ketertiban, ada organisasi publik/ asosiasi yang mengaturnya bagi kepentingan bersama seperti InterNIC, IEEE, APJII, dan lain-lain.
Berikut ini adalah kelebihan dari sistem
jaringan Wide
Area Network/ WAN:
- Mempunyai sistem jaringan yang besar/ luas sehingga mampu menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.
- Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh, bisa di lakukan secara cepat melalui email.
- Komputer dalam suatu wilayah bisa dihubungkan hanya dalam waktu beberapa menit, tanpa harus memerlukan uang yang banyak untuk membayar telepen setiap bulan.
Sedangakan kekurangan dari sistem jaringan WAN yaitu:
- Dalam hal settingan/ pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.
- Mempunyai sistem jaringan yang besar/ luas sehingga mampu menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.
- Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh, bisa di lakukan secara cepat melalui email.
- Komputer dalam suatu wilayah bisa dihubungkan hanya dalam waktu beberapa menit, tanpa harus memerlukan uang yang banyak untuk membayar telepen setiap bulan.
Sedangakan kekurangan dari sistem jaringan WAN yaitu:
- Dalam hal settingan/ pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.
Jarak Jangkauan Jaringan WAN:
Jaringan WAN mempunyai jarak jangkauan yang sangat luas bisa mencapai seluruh wilayah atau bahkan benua. Suatu jaringan WAN bisa menempuh jarak berkisar pada 1000 KM hingga 1000 KM, dengan kecepatan sekitar 1.5 Mbps hingga 2.6 Gbps.
Jaringan WAN mempunyai jarak jangkauan yang sangat luas bisa mencapai seluruh wilayah atau bahkan benua. Suatu jaringan WAN bisa menempuh jarak berkisar pada 1000 KM hingga 1000 KM, dengan kecepatan sekitar 1.5 Mbps hingga 2.6 Gbps.
2. TEKNOLOGI WAN
Menurut definisinya Teknologi WAN
digunakan untuk:
- Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography yang sangat luas
- Memungkinkan akses melalui interfance serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah
- Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand)
- Menghubungkan perangkat-perangkat yang terpisah melewati area global yang luas
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat-perangkat yang terpisah
oleh area yang luas
menggunakan media transmisi, perangkat, protocol yang berbeda. Data transfer rate
pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan
local LAN.
Teknologi WAN menghubungkan
perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
- Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interfance WAN
- Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video
- Modem, yang memberikan layanan interfance voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interfance layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NTI) yang menginterfance layanan Intergrated Services Digital Network (ISDN)
- System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link
Pendahuluan
Teknologi WAN
Protocol
WAN pada layer Physical menjelaskan bagaimana memberikan koneksi electric,
mekanik, operasional, dan fungsional dari layanan jaringan WAN. Layanan-layanan
ini kebanyakan didapatkan dari para penyedia layanan seperti Telkom, Lintas
Artha, Indosat.
Data
Link Layer WAN
Protocol
WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame dibawah antar system
melalui jalur tunggal. Protocol-protocol ini didesign untuk beroperasi melalui
koneksi dedicated Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses
multi-Switched seperti Frame relay. WAN juga mendefinisikan standard WAN yang
umumnya menjelaskan metoda-metoda pengiriman layer physical dan juga kebutuhan-kebutuhan
layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation flow control.
Layer
Physical WAN
Layer
Physical WAN menjelaskan interfance antar data terminal equipment (DTE) dan
data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan
(ISP) dan DTE adalah perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan-layanan yang
ditawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel
service unit/data service unit (CSU/DSU).
Beberapa
standard layer Physical menspesifikasi interfance berikut ini:
- EIA/TIA-232
- EIA/TIA-449
- V.24
- V.35
- X.21
- G.703
- EIA-530
Protocol
WAN layer Data Link
WAN
mendefinisikan umumnya encapsulation data link layer yang dihubungkan dengan
line serial synchronous seperti dijabarkan berikut ini:

- High-Level Data Link Control (HDLC) - adalah standard ISO yang bisa saja tidak saling kompatible antar layanan yang berbeda. HDLC mendukung konfigurasi Point-to-Point ataupun Multi-point.
- Frame Relay - dibanding protocol-protocol WAN lainnya, layanan frame menggunakan framing tanpa memberikan koreksi error melalui mekanisme lewat fasilitas digital berkualitas tinggi. Frame relay bisa mentransmisikan voice dan data melalui line telepon yang sudah ada.
- Protocol-protocol WAN Data Link Layer mendukung protocol-protocol baik protocol-protocol connectionless maupun connection-oriented layer tinggi.
Komunikasi
WAN
Teknologi
WAN tergantung pada pihak penyelenggara layanan seperti Telkom, Indosat untuk
koneksi jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan local LAN yang mentransmisikan
data melalui koneksi fisik digital antar komputer, teknologi WAN menggunakan
kombinasi signal analog dan digital dalam mentransmisikan data.
Berikut
ini adalah diagram yang menjelaskan elemen-elemen dan fungsi-funsi konsep
teknologi WAN.

Teknologi
WAN - Elemen dan fungsi
Message
berjalan dari point ke point secara berbeda tergantung pada koneksi fisik dan
protocol yang digunakan yang meliputi:
- Dedicated connections
- Circuit-switched networks
- Packet-switched networks
Jaringan-jaringan
Dedicated dan Switched mempunyai sifat koneksi yang selalu tersedia pada
jaringan sementara Circuit Switched perlu membangun koneksi terlebih dahulu
melalui mekanisme dial-up antar perangkat yang berkomunikasi. Pada routing
Dial-on-Demand router membuka koneksi secara automatis jika ada data yang perlu
dikirim, dan akan menutup secara automatis jika line idle alias tidak ada lagi
data yang dikirim
Macam-macam
Teknologi WAN
Ada beberapa teknologi WAN yang diberikan
oleh penyedia layanan WAN seperti berikut ini:
1)
PSTN
Adalah jaringan telpon Switched public
yang merupakan komunikasi WAN. PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan
jaringan Circuit Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON)
menggunakan line telpon dimana data dari digital pada sisi komputer di konversikan
ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai
56 kbps saja.
2)
Leased lines
Leased line atau biasa disebut Dedicated
line adalah teknologi WAN menggunakan koneksi langsung permanen antar perangkat
dan memberikan koneksi kualitas line konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya
dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.
3)
X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T suatu
teknologi paket Switching melalui PSTN. X.25 dibangun berdasarkan pada layer
Physical dan Data Link pada model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog
untuk membentuk jaringan paket switching, walaupun X.25 bisa saja dibangun
melalui jaringan digital. Protocol2 X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antar
DTE dan DCE di setup dan di maintain dalam PDN – public data network.
Anda perlu berlangganan untuk layanan
X.25 ini yang bisa menggunakan line dedicated kepada PDN untuk membuat koneksi
WAN.
- X.25 bisa beroperasi pada kecepatan
sampai 64 kbps pada line analog.
- X.25 menggunakan frame sebagai
variable ukuran paket.
- Menyediakan deteksi error dan juga
koreksinya untuk menjamin kehandalan melalui line analog yang berkualitas
rendah.
4)
Frame relay
Frame relay adalah salah satu Teknologi
WAN dalam paket Switching dimana komunikasi WAN melalui line digital
berkualitas tinggi. Lebih jelasnya bisa dilihat di Frame relay.
5)
ISDN
ISDN (Integrated services digital
network) mendefinisikan standard dalam menggunakan line telpon analog untuk
transmisi data baik analog maupun digital.
- ISDN BRI dengan kecepatan 128 Kbps
-
ISDN PRI dengan kecepatan sampai 2.048 Mbps
6) ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah
koneksi WAN berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi paket switching
dengan speed sampai 155 Mbps bahkan 622 Mbps. ATM bisa mentransmisikan data
secara simultan dengan digitized voice, dan digitized video baik melalui LAN
maupun WAN.
- ATM menggunakan cell berukuran kecil
(53-byte) yang lebih mudah diproses dibandingkan cell variable pada X.25 atau
frame relay.
- Kecepatan transfer bisa setinggi
sampai 1.2 Gigabit.
- Merupakan line digital berkualitas
tinggi dan low noise dan tidak memerlukan error checking.
- Bisa menggunakan media transmisi dari
coaxial, twisted pair, atau fiber optic.
- Bisa tansmit data secara simultan
7)
DSL
DSL (Digital Subscriber Line) adalah
satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang
digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat.
8)
T1
T1 adalah leased line digital terdiri
dari 24 saluran (disebut DS0, 1 DS0 adalah 64K) yang memberikan kecepatan
transfer hingga 1,544 Mbps, dan sering digunakan untuk menghubungkan jaringan
perusahaan dan ISP ke Internet.
9)
E3
E3 versi Eropa memberikan kecepatan
hingga 34,368 Mbit / s (512 saluran) Versi Jepang J3 memberikan kecepatan
sampai dengan 34,064 Mbps (480 saluran).
10)
SONET
Sonet (Synchronous Optical Network) merupakan
sebuah hirarki standar kecepatan data digital untuk transmisi optik antarmuka
yang diusulkan oleh Bellcore. Tarif data dalam jaringan serat optik dibagi
dalam OC-tingkat.
11)
VPN (Virtual Private Network)
VPN adalah teknologi jaringan komputer yang
memanfaatkan media komunikasi public (open connection atau virtual circuits),
seperti internet untuk menghubungkan beberapa jaringan lokal. Informasi yang
berasal dari node-node VPN akan “dibungkus” (tunneled) dan kemudian mengalir
melalui jaringan publik. Sehingga informasi menjadi aman dan tidak mudah dibaca
oleh orang lain. Dengan kata lain VPN merupakan jaringa virtual yang dibangun
diatas jaringan public.
12)
Wireless (Microwave dan Satelite)
Layanan WAN lewat microwave line of sight
(wireless) dan satellite dapat digunakan pada remote site yang betul-betul
extrem dimana sama sekali tidak tersedia layanan WAN. Layanan ini menawarkan
berbagai kecepatan koneksi. Koneksi satellite bisa menawarkan umumnya sampai
512Kbps, sementara microwave line of sight bisa menawarkan kecepatan sampai
52Mbps atau bahkan lebih. Perlu dicatat bahwa layanan WAN ini bisa bervariasi
sangat mencolok tergantung tersedianya layanan pada lokasi dan penyedia layanan
WAN tersebut, tersedianya bandwidth, tingkat layanan dan harga. Bandwidth dan
harga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam memilih penyedia layanan
WAN. Layanan WAN yang dipilih akan mempengaruhi pemilihan interface yang
dipakai pada router. Karena beragamnya pilihan layanan WAN dan juga tersedianya
interface koneksi fisik WAN, maka pemakaian router modular lebih menguntungkan
yang memungkinkan fleksibilitas dalam pemilihan koneksi layanan WAN.
3. KOMPONEN DAN PERALATAN WAN
1.
PersonalComputer / Laptop
Fungsi dari PC / Laptop disini dapat
dijadikan server maupun Client pada Jaringan WAN nantinya, namun PC tak semena”
bisa berdiri sendiri untuk dapat bergabung kedalam jaringan.
2. NIC ( Network Interface Card )
Fungsi dari NIC menghubungkan / sebagai
jembatan antara PC / Laptop agar dapat terhubung ke jaringan, sekalius menerima
Konfigurasi dari Server.
3. Wireless Adapter
Fungsi dari Wireless Adapter sendiri
untuk menangkap Sinyal Wi-Fi agar computer dapat terhubung ke Jaringan, atau
sederhananya seperti ini :
Wireless Adapter – NIC – PC / Laptop –
Connect.
4. Access Point
Fungsi dari Access Point dalam membangun
sebuah Jaringan WAN adalah memancarkan Koneksi Data melalui Gelombang Radio
(Wi-Fi) ke Client, sekaligus sebagai pengatur Jaringan nantinya.
5. Kabel TP ( Twisted Pair )
Kenapa hanya TP? Sebab ada dua Jenis kabel
yaitu : UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair) , disini
admin kita mencondongkan ke salah satu kabel, jd mau menggunakna UTP maupun
STP tak masalah, Fungsi dari Kabel TP
sendiri, untuk menghubungkan Access Point dengan Komputer Server.
Jika kita hanya ingin membangun
Jaringan WAN tanpa Koneksi Internet dan berskala kecil maka Perangkat diatas
sudah cukup, namun kita ingin membuat Jaringan WAN dengan Koneksi Internet dan Berskala Luas diperlukan beberapa perangkat
berikut :
6. Modem
Fungsi dari modem disini untuk
menyediakan Akses Internet ke Jaringan WAN, namun Modem jg memerlukan ISP (
Internet Service Provider) agar dapat terhubungan ke Jaringan Internet
(Global).
7. Antena Omni
Fungsi dari peralatan ini adalah
memperluas area Coverage Sinyal dari WAN sejatinya di Access Point sudah
terdapat Antena Omni namun kekuatan coveragenya cenderung kecil. Makanya
dibutuhkan perangkat Extend untuk Sinyal. Dan dalam melakukan Coverage Antena
Omni mengcovernya secara 360o (dari arah mana saja).
8. Antena Grid
Antena Grid cenderung digunakan untuk
mengarahkan Sinyal Wireless, sekaligus sarana untuk melakukan koneksi point to
point maupun point to multipoint.
9. Kabel Pigtail
Kabel ini digunakan untuk menghubungkan
Access Point dengan Antena Grid maupun Antena Omni.
10. POE ( Power Over Ethernet)
Mengalirkan Arus Listrik melalui Kabel
Ethernet atau Kabel UTP/STP
4. ENKAPSULASI WAN
Enkapsulasi merupakan suatu proses yang
membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi
terjadi ketika sebuah protocol yang berada pada lapisan yang lebih menerima
data dari protocol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan
data yang di pahami oleh protocol tersebut.
Enkapsulasi ada 2 yaitu :
- Enkapsulasi HLDC ( High Level Dataling Control )
HDLC adalah protokol layer 2. HDLC adalah protokol sederhana yang
digunakan untuk menghubungkan perangkat point to point serial.Misalnya, Anda
memiliki titik ke titik leased line yang menghubungkan dua lokasi, di dua kota
yang berbeda. HDLC adalah protokol dengan jumlah konfigurasi terkecil yang
diperlukan untuk menghubungkan kedua lokasi ini. HDLC akan berjalan di atas
WAN, di antara dua lokasi.
HDLC melakukan koreksi kesalahan, seperti
halnya Ethernet, versi HDLC dari Cisco adalah hak milik karena mereka
menambahkan bidang tipe protokol.
HDLC sebenarnya adalah protokol default
pada semua antarmuka serial Cisco. Jika Anda melakukan show running-config pada
router Cisco, antarmuka serial Anda tidak akan memiliki enkapsulasi apa pun.
Ini karena mereka dikonfigurasikan ke default HDLC
- Enkapsulasi PPP ( Point To Point Protocol )
Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan
pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang
berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an
sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line
Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada
para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik,
mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan
negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain
itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara
simultan.
Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul
sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk mengangkut lalu lintas IP
over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk tugas dan
pengelolaan alamat IP, asinkron (start / stop) dan enkapsulasi sinkron
bit-oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian
kualitas, deteksi kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer
jaringan alamat negosiasi dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi
tersebut dengan menyediakan extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga
Jaringan Control Protokol (NCPs) untuk menegosiasikan parameter konfigurasi
opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP mendukung protokol lainnya, termasuk
Novell's IPX (IPX) dan DECnet.
5. MERANCANG WAN
·
analisis kebutuhan perangkat jaringan
·
rancangan layout jaringan
·
konfigurasi router
·
pembuatan tabel static routing dan dynamic
·
konektivitas jaringan yang tela
No comments:
Post a Comment