Tuesday, July 23, 2019

PENGERTIAN WAN

WAN



1.    WAN ( WIDE AREA NETWORK )
PENGERTIAN
Wide Area Network atau yang disingkat WAN adalah jenis jaringan komputer area luas/besar yang digunakan sebagai jaringan yang menghubungkan antar jaringan lokal (LAN). WAN untuk mentransmisikan data yang bersifat umum/ public, tidak bersifat institiusi/ pribadi. Salah satu contoh jaringan WAN yaitu jaringan komputer antar wilayah, jaringan komputer antar kota atau bahkan jaringan komputer antar Negara.  Wide Area Network juga dapat didefinisikan sebagai jaringan komputer yang memerlukan router serta saluran komunikasi public. Dengan adanya WAN maka pengguna atau komputer di lokasi yang satu bisa berkomunikasi dengan pengguna dan komputer yang berada di lokasi yang lain. Pada WAN Tidak ada batasan karakteristik user tertentu. tetapi untuk keamanan dan efektivitas pengelolaan dan pelayanan ke user beberapa penyedia informasi/ layanan di jaringan global ini membutuhkan identitas pengguna.
WAN tidak dimiliki oleh suatu institusi. Berbagai institusi dapat mengelola data dan transmisinya secara independen sesuai konten yang dikelolanya. Oleh karena itu WAN juga tidak dikelola oleh satu sistem Admin Jaringan. Tetapi untuk ketertiban, ada organisasi publik/ asosiasi yang mengaturnya bagi kepentingan bersama seperti InterNIC, IEEE, APJII, dan lain-lain.

Berikut ini adalah kelebihan dari sistem jaringan Wide Area Network/ WAN:
- Mempunyai sistem jaringan yang besar/ luas sehingga mampu menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.
- Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh, bisa di lakukan secara cepat melalui email.
- Komputer dalam suatu wilayah bisa dihubungkan hanya dalam waktu beberapa menit, tanpa harus memerlukan uang yang banyak untuk membayar telepen setiap bulan.
Sedangakan kekurangan dari sistem jaringan WAN yaitu:
- Dalam hal settingan/ pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu  alat-alat yang diperlukan juga  sangat mahal.

Jarak Jangkauan Jaringan WAN:
Jaringan WAN mempunyai jarak jangkauan yang sangat luas bisa mencapai seluruh wilayah atau bahkan benua. Suatu jaringan WAN bisa menempuh jarak berkisar pada 1000 KM hingga 1000 KM, dengan kecepatan sekitar 1.5 Mbps hingga 2.6 Gbps.

2.    TEKNOLOGI WAN
Menurut definisinya Teknologi WAN digunakan untuk:
  • Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography yang sangat luas
  • Memungkinkan akses melalui interfance serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah
  • Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand)
  • Menghubungkan perangkat-perangkat yang terpisah melewati area global yang luas
             Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat-perangkat yang terpisah oleh area                     yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.
Teknologi WAN menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
  1. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interfance WAN
  2. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video
  3. Modem, yang memberikan layanan interfance voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interfance layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NTI) yang menginterfance layanan Intergrated Services Digital Network (ISDN)
  4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link
Pendahuluan Teknologi WAN
Protocol WAN pada layer Physical menjelaskan bagaimana memberikan koneksi electric, mekanik, operasional, dan fungsional dari layanan jaringan WAN. Layanan-layanan ini kebanyakan didapatkan dari para penyedia layanan seperti Telkom, Lintas Artha, Indosat.
Data Link Layer WAN
Protocol WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame dibawah antar system melalui jalur tunggal. Protocol-protocol ini didesign untuk beroperasi melalui koneksi dedicated Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses multi-Switched seperti Frame relay. WAN juga mendefinisikan standard WAN yang umumnya menjelaskan metoda-metoda pengiriman layer physical dan juga kebutuhan-kebutuhan layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation flow control.
Layer Physical WAN
Layer Physical WAN menjelaskan interfance antar data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan (ISP) dan DTE adalah perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan-layanan yang ditawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel service unit/data service unit (CSU/DSU).
Beberapa standard layer Physical menspesifikasi interfance berikut ini:
  • EIA/TIA-232
  • EIA/TIA-449
  • V.24
  • V.35
  • X.21
  • G.703
  • EIA-530
Protocol WAN layer Data Link
WAN mendefinisikan umumnya encapsulation data link layer yang dihubungkan dengan line serial synchronous seperti dijabarkan berikut ini:
  • High-Level Data Link Control (HDLC) - adalah standard ISO yang bisa saja tidak saling kompatible antar layanan yang berbeda. HDLC mendukung konfigurasi Point-to-Point ataupun Multi-point.
  • Frame Relay - dibanding protocol-protocol WAN lainnya, layanan frame menggunakan framing tanpa memberikan koreksi error melalui mekanisme lewat fasilitas digital berkualitas tinggi. Frame relay bisa mentransmisikan voice dan data melalui line telepon yang sudah ada.
  • Protocol-protocol WAN Data Link Layer mendukung protocol-protocol baik protocol-protocol connectionless maupun connection-oriented layer tinggi.

Komunikasi WAN
Teknologi WAN tergantung pada pihak penyelenggara layanan seperti Telkom, Indosat untuk koneksi jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan local LAN yang mentransmisikan data melalui koneksi fisik digital antar komputer, teknologi WAN menggunakan kombinasi signal analog dan digital dalam mentransmisikan data.
Berikut ini adalah diagram yang menjelaskan elemen-elemen dan fungsi-funsi konsep teknologi WAN.
Teknologi WAN - Elemen dan fungsi
Message berjalan dari point ke point secara berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protocol yang digunakan yang meliputi:
  1. Dedicated connections
  2. Circuit-switched networks
  3. Packet-switched networks
Jaringan-jaringan Dedicated dan Switched mempunyai sifat koneksi yang selalu tersedia pada jaringan sementara Circuit Switched perlu membangun koneksi terlebih dahulu melalui mekanisme dial-up antar perangkat yang berkomunikasi. Pada routing Dial-on-Demand router membuka koneksi secara automatis jika ada data yang perlu dikirim, dan akan menutup secara automatis jika line idle alias tidak ada lagi data yang dikirim
Macam-macam Teknologi WAN
Ada beberapa teknologi WAN yang diberikan oleh penyedia layanan WAN seperti berikut ini:

1)      PSTN
Adalah jaringan telpon Switched public yang merupakan komunikasi WAN. PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan jaringan Circuit Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON) menggunakan line telpon dimana data dari digital pada sisi komputer di konversikan ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai 56 kbps saja.

2)      Leased lines
Leased line atau biasa disebut Dedicated line adalah teknologi WAN menggunakan koneksi langsung permanen antar perangkat dan memberikan koneksi kualitas line konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.


3)      X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T suatu teknologi paket Switching melalui PSTN. X.25 dibangun berdasarkan pada layer Physical dan Data Link pada model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switching, walaupun X.25 bisa saja dibangun melalui jaringan digital. Protocol2 X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antar DTE dan DCE di setup dan di maintain dalam PDN – public data network.
Anda perlu berlangganan untuk layanan X.25 ini yang bisa menggunakan line dedicated kepada PDN untuk membuat koneksi WAN.

-          X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 kbps pada line analog.
-          X.25 menggunakan frame sebagai variable ukuran paket.
-          Menyediakan deteksi error dan juga koreksinya untuk menjamin kehandalan melalui line analog yang berkualitas rendah.

4)      Frame relay
Frame relay adalah salah satu Teknologi WAN dalam paket Switching dimana komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi. Lebih jelasnya bisa dilihat di Frame relay.

5)      ISDN
ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standard dalam menggunakan line telpon analog untuk transmisi data baik analog maupun digital.
-          ISDN BRI dengan kecepatan 128 Kbps
-          ISDN PRI dengan kecepatan sampai 2.048 Mbps
6)      ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah koneksi WAN berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi paket switching dengan speed sampai 155 Mbps bahkan 622 Mbps. ATM bisa mentransmisikan data secara simultan dengan digitized voice, dan digitized video baik melalui LAN maupun WAN.
-          ATM menggunakan cell berukuran kecil (53-byte) yang lebih mudah diproses dibandingkan cell variable pada X.25 atau frame relay.
-          Kecepatan transfer bisa setinggi sampai 1.2 Gigabit.
-          Merupakan line digital berkualitas tinggi dan low noise dan tidak memerlukan error checking.
-          Bisa menggunakan media transmisi dari coaxial, twisted pair, atau fiber optic.
-          Bisa tansmit data secara simultan

7)      DSL
DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat.

8)      T1
T1 adalah leased line digital terdiri dari 24 saluran (disebut DS0, 1 DS0 adalah 64K) yang memberikan kecepatan transfer hingga 1,544 Mbps, dan sering digunakan untuk menghubungkan jaringan perusahaan dan ISP ke Internet.

9)      E3
E3 versi Eropa memberikan kecepatan hingga 34,368 Mbit / s (512 saluran) Versi Jepang J3 memberikan kecepatan sampai dengan 34,064 Mbps (480 saluran).

10)  SONET
Sonet (Synchronous Optical Network) merupakan sebuah hirarki standar kecepatan data digital untuk transmisi optik antarmuka yang diusulkan oleh Bellcore. Tarif data dalam jaringan serat optik dibagi dalam OC-tingkat.

11)  VPN (Virtual Private Network)
VPN adalah teknologi jaringan komputer yang memanfaatkan media komunikasi public (open connection atau virtual circuits), seperti internet untuk menghubungkan beberapa jaringan lokal. Informasi yang berasal dari node-node VPN akan “dibungkus” (tunneled) dan kemudian mengalir melalui jaringan publik. Sehingga informasi menjadi aman dan tidak mudah dibaca oleh orang lain. Dengan kata lain VPN merupakan jaringa virtual yang dibangun diatas jaringan public.

12)  Wireless (Microwave dan Satelite)
Layanan WAN lewat microwave line of sight (wireless) dan satellite dapat digunakan pada remote site yang betul-betul extrem dimana sama sekali tidak tersedia layanan WAN. Layanan ini menawarkan berbagai kecepatan koneksi. Koneksi satellite bisa menawarkan umumnya sampai 512Kbps, sementara microwave line of sight bisa menawarkan kecepatan sampai 52Mbps atau bahkan lebih. Perlu dicatat bahwa layanan WAN ini bisa bervariasi sangat mencolok tergantung tersedianya layanan pada lokasi dan penyedia layanan WAN tersebut, tersedianya bandwidth, tingkat layanan dan harga. Bandwidth dan harga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam memilih penyedia layanan WAN. Layanan WAN yang dipilih akan mempengaruhi pemilihan interface yang dipakai pada router. Karena beragamnya pilihan layanan WAN dan juga tersedianya interface koneksi fisik WAN, maka pemakaian router modular lebih menguntungkan yang memungkinkan fleksibilitas dalam pemilihan koneksi layanan WAN.

3.    KOMPONEN DAN PERALATAN WAN
1.   PersonalComputer / Laptop
Fungsi dari PC / Laptop disini dapat dijadikan server maupun Client pada Jaringan WAN nantinya, namun PC tak semena” bisa berdiri sendiri untuk dapat bergabung kedalam jaringan.

2. NIC ( Network Interface Card )
Fungsi dari NIC menghubungkan / sebagai jembatan antara PC / Laptop agar dapat terhubung ke jaringan, sekalius menerima Konfigurasi dari Server.

3. Wireless Adapter
Fungsi dari Wireless Adapter sendiri untuk menangkap Sinyal Wi-Fi agar computer dapat terhubung ke Jaringan, atau sederhananya seperti ini :
Wireless Adapter – NIC – PC / Laptop – Connect.

4. Access Point
Fungsi dari Access Point dalam membangun sebuah Jaringan WAN adalah memancarkan Koneksi Data melalui Gelombang Radio (Wi-Fi) ke Client, sekaligus sebagai pengatur Jaringan nantinya.

5. Kabel TP ( Twisted Pair )
 Kenapa hanya TP? Sebab ada dua Jenis kabel yaitu : UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair) , disini admin kita mencondongkan ke salah satu kabel, jd mau menggunakna UTP maupun STP  tak masalah, Fungsi dari Kabel TP sendiri, untuk menghubungkan Access Point dengan Komputer Server.



            Jika kita hanya ingin membangun Jaringan WAN tanpa Koneksi Internet dan berskala kecil maka Perangkat diatas sudah cukup, namun kita ingin membuat Jaringan WAN dengan Koneksi Internet dan  Berskala Luas diperlukan beberapa perangkat berikut :



6. Modem
Fungsi dari modem disini untuk menyediakan Akses Internet ke Jaringan WAN, namun Modem jg memerlukan ISP ( Internet Service Provider) agar dapat terhubungan ke Jaringan Internet (Global).

7. Antena Omni
Fungsi dari peralatan ini adalah memperluas area Coverage Sinyal dari WAN sejatinya di Access Point sudah terdapat Antena Omni namun kekuatan coveragenya cenderung kecil. Makanya dibutuhkan perangkat Extend untuk Sinyal. Dan dalam melakukan Coverage Antena Omni mengcovernya secara 360o (dari arah mana saja).


8. Antena Grid
Antena Grid cenderung digunakan untuk mengarahkan Sinyal Wireless, sekaligus sarana untuk melakukan koneksi point to point maupun point to multipoint.

9. Kabel Pigtail
Kabel ini digunakan untuk menghubungkan Access Point dengan Antena Grid maupun Antena Omni.

10. POE ( Power Over Ethernet)
Mengalirkan Arus Listrik melalui Kabel Ethernet atau Kabel UTP/STP

4.    ENKAPSULASI WAN
Enkapsulasi merupakan suatu proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protocol yang berada pada lapisan yang lebih menerima data dari protocol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data yang di pahami oleh protocol tersebut.

Enkapsulasi ada 2 yaitu :

- Enkapsulasi HLDC ( High Level Dataling Control )
   HDLC adalah protokol layer 2. HDLC adalah protokol sederhana yang digunakan untuk menghubungkan perangkat point to point serial.Misalnya, Anda memiliki titik ke titik leased line yang menghubungkan dua lokasi, di dua kota yang berbeda. HDLC adalah protokol dengan jumlah konfigurasi terkecil yang diperlukan untuk menghubungkan kedua lokasi ini. HDLC akan berjalan di atas WAN, di antara dua lokasi.
HDLC melakukan koreksi kesalahan, seperti halnya Ethernet, versi HDLC dari Cisco adalah hak milik karena mereka menambahkan bidang tipe protokol.
HDLC sebenarnya adalah protokol default pada semua antarmuka serial Cisco. Jika Anda melakukan show running-config pada router Cisco, antarmuka serial Anda tidak akan memiliki enkapsulasi apa pun. Ini karena mereka dikonfigurasikan ke default HDLC





- Enkapsulasi PPP ( Point To Point Protocol )
   Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.
Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk mengangkut lalu lintas IP over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk tugas dan pengelolaan alamat IP, asinkron (start / stop) dan enkapsulasi sinkron bit-oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian kualitas, deteksi kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer jaringan alamat negosiasi dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi tersebut dengan menyediakan extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga Jaringan Control Protokol (NCPs) untuk menegosiasikan parameter konfigurasi opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP mendukung protokol lainnya, termasuk Novell's IPX (IPX) dan DECnet.

5.    MERANCANG WAN
·         analisis kebutuhan perangkat jaringan
·         rancangan layout jaringan
·         konfigurasi router
·         pembuatan tabel static routing dan dynamic
·         konektivitas jaringan yang tela

No comments:

Post a Comment

Tutorial Config WEB Server Debian 9 di VirtualBox

Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi penerima permintaan yang dikirimkan melalui browser kemudian  memberikan tangapan perminta...