Tuesday, October 20, 2020

Tutorial Config WEB Server Debian 9 di VirtualBox

Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi penerima permintaan yang dikirimkan melalui browser kemudian  memberikan tangapan permintaan dalam bentuk halaman situs web atau lebih umumnya dalam dokumen HTML. Apache merupakan salah satu contoh dari web server.

 Berikut ini tutorial config WEB SERVER Debian 9 : 

1.untuk setting DHCP harus masuk sebagai “root”

  
 
2.  Pindah ke direktori /etc/apache2/sites-available dan copy file 000-default. dan edit isinya menjadi         seperti ini


 
3.  Pindah ke direktori sebelumnya dengan command : cd .. , lalu edit isi dari apache2.conf menjadi             seperti ini


4. lalu reload dan restart apache2nya seperti ini
 
5. Kita tes melalui client dengan membuka browser 


 

 

Tutorial Config DNS Server Debian 9 di VirtualBox

Domain Name System atau biasa disingkat dengan DNS Server merupakan sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alama IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. DNS Server bertujuan agar alamat IP mudah diingat dengan nama saja ketimbang no IP nya oleh para pengguna Internet.

Berikut ini tutorial config DNS Debian 9 : 

1.untuk setting DHCP harus masuk sebagai “root”


2. Pertama install paket DNS Server terlebih dahulu dengan perintah apt-get install bind9 

3. Lalu masuk ke direktorinya cd/etc/bind/ 

4. Lihat list dalam direktori tersebut, lalu copy db.local menjadi db.forward dan db.127 menjadi db 
    reverse

5. Masuk kedalam db.forward, lalu konfigurasi seperti gambar dibawah ini

6. Masuk kedalam db.reverse, lalu konfigurasi seperti gambar dibawah ini 
    setelah subdomain terakhir lalu masukkan dns 2 dan subdomainnya 
 
7.  Copy db.forward menjadi db.dns2, masuk kedalam db.dns2, lalu konfigurasi seperti gambar                 dibawah ini

8.  Masuk dalam named.conf.default-zones, lalu konfigurasi seperti gambar dibawah ini 
     copy zone diatas menjadi 3 lalu masukkan semua db yang kita buat, pada db.reverse itu adalah IP         kita diambil dari 3 sebelum terakhir dan dibalik
 
9.  Masuk kedalam resolv.conf, lalu konfigurasi seperti gambar dibawah ini

10. Lanjut untuk merestart paket bind9 dengan cara /etc/init.d/bind9 restart jika status ok berarti tidak       ada yang salah.
 
11. Cek dns tersebut dengan melakukan nslookup, sebelumnya install terlebih dahulu paketnya dengan     perintah apt-get install dnsutils

12.Setelah install cek dengan perintah nslookup 192.168.12.12 & nslookup febrino.tkj4.dan                     12.febrino nslookup alamat IP & Domain.

13.  Kita bisa cek juga di client

Yah itulah, Konfigurasi DNS Server sudah selesai. Jika masih status gagal mungkin coba diteliti lagi, bisa saja salah di titik & koma karena sangat mempengaruhi sekali jika ada yang kurang sedikit pun.
Sekian & selamat mencoba...

Monday, October 19, 2020

Tutorial Config DHCP Server Debian 9 di VirtualBox

 Dynamic Host Configuration Protocol atau biasa disebut DHCP Server merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client. Berikut ini tutorial config DHCP Debian 9 : 


1.untuk setting DHCP harus masuk sebagai “root”
 
2. Install terlebih dahulu paket DHCP Server dengan perintah apt-get install isc-dhcp-server.



3. Setelah penginstallan, masuk ke dalam file dhcpd.conf dengan perintah nano / etc/dhcp/dhcpd.conf. Lalu cari kata dengan awalan # A slightly. hapus tanda pagar sampai dengan tanda kurung kurawal dibawah. Lalu ganti subnet, netmask, dns. nama domain, routers, broadcast address dengan konfigurasi IP kita, lalu di range atur sebagaimana mungkin jumlah IP nya. Disini saya cantumkan dari range IP 5-50 saja. Jadi dipastikan DHCP akan dapat di IP tersebut. Kalau sudah save file tersebut.


4. Masuk ke perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server, lalu tambahkan interface enp0s3 di bagian INTERFACESv4.


5.Setelah selesai mengkonfigurasi, lanjut untuk merestart paket dhcp dengan perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server restart jika status ok, maka konfigurasi berhasil.


6.Setelah selesai merestart DHCP, lanjut untuk melihat status paket dhcp apakah berhasil jalan dengan perintah service isc-dhcp-server status jika status running, maka konfigurasi berhasil.
 


7.Lalu kita cek di PC client apakah dapat IP DHCP atau tidak, dengan cara masuk ke Network Connections yang ada di Control Panel Windows, lalu pilih VirtualBox Host-Only Network karena kita memakai virtual. Di IPv4 kita pilih yang obtain an IP address automatically lalu OK.


8. Tunggu beberapa saat, lalu cek IP nya. Jika dapat seperti digambar maka DHCP sudah berhasil di dapatkan dengan IP 192.168.12.5



Yap, Konfigurasi DHCP Server sudah berhasil. Konfigurasi seperti ini agar nantinya kita tidak pusing lagi mengatur IP secara manual di client.
Sekian & Selamat mencoba...

Tutorial Config IP Debian 9 di VirtualBox

 Sebelum kita menkonfigurasikan server seperti DNS, DHCP, WEB Server, dll Awal mula yang dilakukkan adalah men-setting IP Address terlebih dahulu. Berikut ini tutorial config IP Debian 9 : 

 

1.untuk setting IP address harus masuk sebagai “root”
 
2.Cek LAN Card yang aktif dengan perintah: #ip a

3.Catat nama LAN Card/Ethernet yang aktif, misal enp0s3,,,,lalu untuk konfigurasi ip address ketik perintah # nano /etc/network/interfaces Kemudian konfigurasi IP Address server beperti berikut:
Kemudian keluar editor nano (tekan Ctrl+X).

4.Kemudian restart lan card dengan perintah:
# /etc/init.d/networking restart
tunggu sampai OK

 

5.Kita bisa cek IP yang telah dibuat, tetapi kita harus menginstall paketnya tersebut. Dengan perintah apt-get install net-tools


 
6.Setelah paket pengecekkan IP tersebut telah selesai lanjut dengan perintah ifconfig

  

7.Tes selanjutnya adalah mencoba menyambungkan ke Client, dengan mengubah nya seperti dibawah. Tetapi jangan lupa jika menggunakkan Virtualbox setting terlebih dahulu network adapter nya attached to: Host-only adapter dan pilih VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter.  


 

 8.Lalu coba ping IP di client, jika status reply maka Konfigurasi IP Address telah berhasil



KONFIGURASI IP ADDRESS SUDAH BERHASIL……
Nah itu dia cara Konfigurasi IP Address, ini adalah tahapan awal dari semuanya....
Sekian & Selamat mencoba...



 

Tutorial Install Debian 9 di VirtualBox

Langsung aja buat sobat-sobat yang bingung bagaimana sih cara install DEBIAN, bagi yang belum yakin untuk menginstall Debian ke Laptop atau Komputernya bisa lihat-lihat dulu cara pengisntalannya bagaimana ? dengan menggunakan Oracle VM VIRTUAL BOX berikut ini tutorial cara install Debian menggunakan VirtualBox nya :

 

1.Isikan nama sistem operasi yang akan di instal (Debian 9) , untuk tipe-nya Linux. Karena kita akan menginstal Debian 9 yang 64 bit kemudian Lanjut seperti gambar di bawah ini.


Tuesday, August 18, 2020

Jenis Jaringan di VirtualBox

     VirtualBox memiliki berbagai jenis tipe jaringan yang dapat digunakan, antara lain NAT, Bridged Adapter, Internal Network, Host-only Adapter dan Generic Driver. Setiap tipe jaringan VirtualBox tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Jenis jaringan tersebut digunakan untuk konfigurasi LAN card pada sistem operasi virtual. Lalu, Apa pengertian dan fungsi NAT, Bridged Adapter, Internal Network, Host-only Adapter dan Generic Driver di VitualBox?

Pengertian NAT, Bridged Adapter, Internal Network, Host-only Adapter dan Generic Driver

1.   NAT (Network Address Translation)     

    NAT atau (Network Address Translation ) adalah sebuah tipe virtual network default di virtualbox, maksudnya adalah mode NAT akan  secara otomatis menjadi tipe jaringan dari sebuah Virtual Machine yang baru. Fungsi NAT yaitu, dapat terhubung langsung ke OS host, dan memungkinkan bila OS host memiliki koneksi internet maka OS guest secara langsung akan mendapat koneksi internet tanpa harus melakukan settingan terlebih dahulu. Dan NAT juga bisa menghubungi atau ping ke OS host tetapi tidak sebaliknya.

 

2.    Bridged Adapter

    Dalam mode Bridged Adapter ini memungkinkan OS guest untuk merima data maupun mengirimkan data ke jaringan fisik. Jadi artinya OS guest dan OS host adalah dua computer berbeda yang terhubung ke dalam jaringan yang sama. Bila OS host memiliki lebih dari satu Ethernet maka kita harus memilih/menyetting ke jaringan mana virtual machine/OS guest akan disambungkan. Dan IP yang diberikan ke Vitual machine harus dari subnet yang sama dengan jaringan yang di pakai oleh OS host. 

 

3.    Internal Network               

    Internal Network atau dalam bahasa Indonesia (Jaringan Internal) adalah mode jaringan ini memungkinkan kita untuk membuat beberapa virtual machine/OS guest baru yang saling terhubung secara internal, dan pengertian secara internal ini maksudnya adalah sesama virtual machine yang tersambung/menggunakan suatu mode Internal Network sehingga bisa saling menghubungi satu sama lain melalu jaringan. Tapi mode jaringan ini sifatnya terisolasi dari dunia luar sehingga OS guest tidak dapat mengakses/menghubungi OS host dan demikian juga sebaliknya.

 

4.    Host-Only Adapter

    Dalam mode Host-only adapter ini dapat di artikan atau dianggap sebagai gabungan dari mode Bridged dan mode Internal network. Dalam mode ini OS guest dapat mengakses OS host dan sebaliknya OS host juga dapat mengakes OS guest. OS host dan guest yang menggunakan mode jaringan host-only adapter secaralangsung mereka berdua akan berada dalam satu jaringan yang sama dengan menggunakan Ethernet berbasis software.

 

 

 

Macam-macam File System Pada Linux

 Pengertian Sistem File (File System)

    Sistem file (file system) atau sistem berkas merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada disk. Dengan kata lain, sistem file merupakan database khusus untuk penyimpanan, pengelolaan, manipulasi dan pengambilan data, agar mudah ditemukan dan diakses.

    Hubungan antara sistem operasi dengan sistem file adalah sistem file (file system) merupakan interface yang menghubungkan sistem operasi dengan disk. Ketika program menginginkan pembacaan dari hard disk atau media penyimpanan lainnya, sistem operasi akan meminta sistem file untuk mencari lokasi dari file yang diinginkan. Setelah file ditemukan, sistem file (file system) akan membuka dan membaca file tersebut, kemudian mengirimkan informasinya kepada sistem operasi dan akhirnya bisa dibaca oleh pengguna.

 Sistem File Linux

1.    Fourth Extended File System (Ext4)

     Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebut atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya). Selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, fast fsck, journal checksumming, dan defragmentation support.

 

 2.    FAT32 (File Allocation Table 32)

    Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibilitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan. FAT32 memiliki batasan ruang penyimpanan sehingga file sistem FAT32 tidak dapat digunakan sebagai penyimpanan file tunggal yang kapasitasnya lebih dari 4GB. Selain itu kapasitas partisi FAT32 juga dibatasi yakni kurang dari 8TB. Biasanya file sistem FAT32 dimiliki oleh drive jenis flashdrive atau dikenal dengan memori. yang dapat digunakan pada komputer atau bisa juga digunakan pada konsol game atau perangkat lainnya yang support port USB.

 

3.  NTFS (New Technology File System)

    Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetapi sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk. Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.

 

4.    RAID (Redundant Array of Independent Drive/Disk)   

    RAID bisa diartikan sebagai cara menyimpan data pada beberapa harddisk. Dengan begini, kinerja PC bisa meningkat. Selain itu, salinan data juga bisa dijadikan back-up. Implementasi RAID membutuhkan minimal 2 harddisk. Ketika RAID digunakan, sistem operasi akan membaca kedua harddisk sebagai 1 harddisk. Jadi, meskipun ada 2 harddisk, drive yang tampak pada Windows Explorer hanya 1. C saja, misalnya. Sebagai perbandingan, kalau RAID tidak digunakan, drive pada Windows Explorer muncul C dan D. Setiap drive untuk 1 harddisk. RAID menggunakan teknik stripping, yang membuat partisi pada ruang dengan ukuran mulai dari 512 byte hingga ke beberapa megabyte. Tiap partisi itu mengandung pecahan data yang akan dibaca bersamaan untuk mempercepat pembacaan data. RAID memiliki beberapa level, RAID0 sampai RAID7 plus RAID 10 dan beberapa RAID kombinasi. Setiap level RAID memiliki fungsi yang berbeda. Penjelasannya ada di tabel level RAID. Selain RAID yang ada di tabel, RAID punya beberapa level lagi. Misalnya Level 10 yang artinya kombinasi antara RAID0 dan RAID1. Ada juga RAID 50 yang merupakan kombinasi antara RAID5 dan RAID0. Kombinasi ini mengawinkan fungsi antara kedua RAID. RAID dapat dibagi lagi dalam 2 yaitu Hardware RAID dan software RAID, Untuk fitur Hardware RAID, motherboard server anda harus mendukung PCI64bit (socketnya lebih panjang 2x dari PCI biasa, bukan PCI-X ya) dan tentunya RAID Card dan harddisk. Unntuk Software RAID secara standard didukung oleh OS seperti Windows2000 server, Windows2003Server, Windows2008server dan linux.

 

5.    SWAP

    Swap merupakan file sistem yang dikembangkan oleh Linux untuk dimanfaatkan pada file swap OS Linux. File swap merupakan file yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan sementara data memori. Dengan adanya file swap, maka sistem operasi dapat melakukan penyimpanan bit-bit data dari program yang sedang tidak digunakan pada hard disk. Pemakaian file swap akan membantu kecepatan pengeksekusian program pada sistem operasi Linux.

 

6.   LVM (Logical Volume Manager)

    LVM adalah sebuah manajemenpenyimpan di sistem operasi GNU/Linux yang menyediakan fleksibilitas dalammembuat dan mengubah partisi dalam sebuah disk. LVM menambahkanlapisan antara antarmuka I/O kernel dengan perangkat fisik untukmendapatkanlogical­view dari penyimpan. Dengan adanya lapisan inilah kitadapat melakukan perubahan partisi baik itu resize, penghapusan, dan lain­lainsecara live pada sistem baik untuk satu atau lebih media

 

Tutorial Config WEB Server Debian 9 di VirtualBox

Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi penerima permintaan yang dikirimkan melalui browser kemudian  memberikan tangapan perminta...